Sesuai prinsip pembelajaran di Taman Kanak – Kanak yaitu “ bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain ”, Sabtu tanggal 9 Januari 2010 yang lalu TK Taruna Andalan menggelar kegiatan “Tukar kado” dengan thema “ memberi dan menerima itu indah “.
Seluruh anak-anak terlihat enjoy dan sangat menikmati acara yang dikemas dengan suasana santai, bermain dan bernyanyi ini. Acara ini terselenggara atas kerjasama yang baik dari seluruh orang tua / wali murid dengan sekolah Karena aturan main acara ini juga melibatkan orang tua dan anak, kepada setiap anak (tentunya dibantu orang tua) diminta menyediakan “kado” dengan ketentuan tidak berupa makanan/minuman dengan nilai minimal sepuluh ribu rupiah dan dibungkus menggunakan koran bekas. Sosialisasi acara ini kepada orang tua dilakukan pada saat pembagian raport (22 Desember 2009).
Pada saat pelaksanaan, acara ini memang cukup ampuh untuk menumbuh kembangkan sikap kemandirian, sosial emosional, kesetiakawanan sosial dan kepedulian pada lingkungan yang menjadi tujuan acara ini. Hal ini terlihat dari seluruh anak yang terdiri dari 130 orang (shift I) dan 132 orang (shift II) konsekuen dengan kesepakatan yang dibuat bersama yaitu “tidak menangis jika mendapat kado yang tidak sesuai dengan keinginan anak”.Karena memang teknis pembagian kado adalah dengan mengacak semua kado dan menomorinya.Selanjutnya setiap anak mencabut satu kertas kecil yang sudah diberi nomor sesuai jumlah kado.Nomor yang terpilih oleh anak kemudian dicocokkan dengan nomor kado,dan kado itulah yang menjadi milik sianak.Yang mengagumkan pada saat “mereka” (sesama anak) menyelesaikan masalah mereka sendiri. Ini terjadi pada saat seorang anak mendapatkan kado yang tidak sesuai dengan keinginannya, seperti seorang anak lelaki mendapatkan kado boneka Barbie yang cantik, dilain pihak ada anak perempuan yang mendapat mainan mobil-mobilan. Tanpa dikomando ibu guru, keduanya (padahal berasal dari kelas yang berbeda) saling menukarkan kadonya. Kejadian lain, seorang anak yang kebetulan beragama Kristen mendapatkan “Jilbab” kecil berwarna hijau yang cantik, dengan suka rela (setelah mereka sepakati bersama) bertukar dengan kado temannya yang yang memang memerlukan jilbab tersebut.
Ada juga anak lelaki yang tidak mempermasalahkan boneka yang didapatnya. Ketika temannya menawarkan untuk bertukar, dengan enteng dia menjawab “ nggak mau,.., ini buat adikku dirumah”. Luar biasa! Rasanya itu kalimat yang pantas kita ucapkan. Anak-anak memang belajar dari segala sesuatu yang terjadi disekitarnya. Acara “tukar kado” hanyalah sebagai media untuk menstimulasi anak mempercepat pencapaian dan peningkatan kualitas tingkat perkembangan anak. Ah…, semoga anak-anak yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa ini senantiasa tumbuh dan berkembang dengan baik dan optimal, sehingga akan membawa bangsa ini kearah yang jauh lebih baik seperti cita-cita dan keinginan kita bersama. (oleh :Yustina S, S.Si)


Pkl. Kerinci Time